Bagi para pekerja konstruksi, tentu tidak akan asing dengan geotextile, material sintetis dari plastik berbentuk jaring yang biasanya dipergunakan untuk memperkuat, memfilter, hingga memisahkan lapisan tanah.
Kemampuan geotextile untuk memfilter tanah dan air ini kemudian diadaptasi dalam proyek di tengah perairan laut, terutama untuk membatasi masuknya partikel yang dapat mencemari ekosistem air. Material ini dikenal dengan nama Silt Protector.
Apa Itu Silt Protector?
Secara umum, Silt Protector adalah salah satu jenis geotextile yang dirancang untuk mengurangi penyebaran sedimen halus ke laut selama proyek reklamasi, pembangunan pelabuhan, atau aktivitas lain yang umumnya dilakukan di tengah perairan.
Istilah silt ini merujuk pada partikel halus tanah, pasir, atau lumpur yang ukurannya lebih kecil dari pasir biasa.Â
Partikel ini sangat mudah terbawa arus, kemudian menyebar dan mengendap di dasar laut, sehingga berpotensi dapat mengganggu keseimbangan ekosistem.
Karena itu, Silt Protector di perairan ini bekerja sebagai barrier atau filter alami, menjaga agar air laut tetap bersih dari lumpur dan sedimen berlebih.
Bahaya Proyek Konstruksi Intens di Laut
Pembangunan infrastruktur di pesisir atau tengah laut, seperti dermaga, tambak, ataupun proyek reklamasi, berpotensi menimbulkan ancaman besar bagi ekosistem laut. Beberapa dampak serius dari sedimen (silt) antara lain:
Meskipun tidak terlihat berbahaya secara langsung, penumpukan silt dapat menimbulkan berbagai masalah, seperti:
1. Mengganggu Habitat Biota Laut
Sedimen halus yang menumpuk secara terus menerus akan menutupi terumbu karang, padang lamun (ekosistem laut), hingga dasar laut. Akibatnya, ikan, karang, hingga mikroorganisme laut kehilangan habitat alaminya.
2. Menurunkan Kualitas Air Laut
Partikel tanah atau pasir yang kemudian tetap berada di dalam air tanpa mengendap (mengambang), maka akan menyebabkan perairan menjadi sangat keruh.Â
Kondisi ini sangat tidak ideal bagi makhluk hidup di dalam laut, khususnya tanaman di dasar. Sebab, cahaya matahari yang masuk jadi makin terbatas, sehingga menghambat fotosintesis pada fitoplankton dan lamun, yang merupakan dasar rantai makanan laut.
Berbagai Manfaat Silt Protector di Perairan Laut
Melihat banyaknya bahaya yang sangat krusial dapat mengancam ekosistem laut karena proyek infrastruktur yang dibangun, tentu membuat Silt Protector menjadi material yang wajib digunakan sebagai tindakan preventif.
Meski tentu akan memakan biaya tambahan, material ini menawarkan banyak manfaat jangka panjang sekaligus menjadi sebuah strategi penting untuk menjaga laut tetap sehat, seperti:
1. Melindungi Ekosistem Perairan
Selayaknya geotextile, Silt Protector di perairan laut bekerja dengan membentuk barrier yang biasanya ditempatkan pada aliran air dalam batasan tertentu pada proyek infrastruktur di sana. Barrier inilah yang akan menahan lumpur dan partikel sedimen, sementara air tetap dapat mengalir dengan baik.
Dengan meminimalisir jumlah partikel slit yang terbawa ke air, secara tidak langsung material ini tentu akan membantu menjaga habitat ikan, tanaman air, dan organisme mikroskopis di dalamnya.Â
2. Meningkatkan Kualitas Air
Meski berfungsi sebagai penghalang, Silt Protector tetap memungkinkan air untuk mengalir dengan optimal, bahkan bebas robek, sehingga tetap aman meski arus laut sangat kencang.Â
Air yang melewati pelindung ini kemudian akan terpisah dari partikel silt, sehingga menjadi lebih jernih dan aman bagi ekosistem perairan.Â
Tantangan Utama Penggunaan Silt Protector di Perairan Laut
Jika Anda tertarik untuk menggunakan Silt Protector pada proyek konstruksi di perairan laut dengan arus yang lebih besar, maka ada beberapa hal yang wajib untuk diperhatikan supaya pemasangannya lebih efektif:
1. Perawatan Rutin
Penting untuk diingat jika laut membawa banyak material, sehingga Silt Protector harus dibersihkan secara berkala agar tidak kelebihan beban dan tetap berfungsi optimal.
Pasalnya, pemasangan Silt Protector di perairan laut tentu akan menyisakan residu penumpukan dalam jumlah besar.Â
Sebab, banyak kasus dimana silt justru meluap ke lingkungan pesisir karena tidak pernah dibersihkan.
2. Pemilihan Lokasi yang Optimal
Supaya hasilnya juga lebih maksimal, maka Anda juga harus memilih lokasi pemasangan yang tepat. Dalam konteks laut, lokasi pemasangan harus mempertimbangkan kecepatan arus dan arahnya. Salah posisi bisa membuat sedimen tetap lolos dan mencemari lingkungan.
Penempatan yang keliru dapat menyebabkan sedimen (silt) justru tetap terbawa aliran air, dan mencemari lingkungan, terlebih untuk ekosistem dengan arus besar seperti laut. Pastikan untuk selalu menggunakan konsultan yang terpercaya ya!
3. Pemilihan Material yang Tepat
Terakhir, material yang digunakan harus tahan terhadap air, arus laut yang deras, dan paparan sinar matahari agar tidak mudah rusak. Oleh karena itu, pastikan memilih dan membeli Silt Protector hanya di tempat terpercaya dan berpengalaman seperti Urban Plastic!
Kualitas material yang tepat akan menjadi pilihan yang jauh lebih ekonomis, sebanding dengan manfaat jangka panjang bagi bisnis, ekosistem dan juga kualitas air di sekitar proyek!
Perusahaan PT. Urban Plastik Indonesia adalah Pabrik Plastik di Indonesia yang menjual produk-produk plastik seperti Tali Rafia, Plastik Cor, Plastik Sampah, Plastik Mulsa, Selang Irigasi, Plastik Singkong, Kantong Mayat, Karung Plastik, Geotextile Non Woven, Geomembrane, Geobag, Welding Rod, biji plastik, terpal plastik, Geogrid dan Geomat. Untuk informasi lebih lanjut mengenai Silt Protector merk Urban Plastic, silahkan hubungi melalui: Whatsapp/Mobile Phone : +62 822 9933 3938 (Panni)Â atau: Email: info@urbanplastic.idÂ
