Menjaga kelestarian lingkungan perairan saat ada proyek sangat penting. Oleh sebab itu, penanganan limbah lumpur yang buruk bisa merusak ekosistem laut. Banyak masyarakat merasa bingung menggunakan alat penahan sedimen. Lalu, apa beda silt curtain dan turbidity barrier sebenarnya? Dengan pemahaman ini, Anda tidak perlu bingung dan bisa menyesuaikan dengan kondisi lingkungan.Â
Mengenal Apa Beda Silt Curtain dan Turbidity barrier dalam Pencegahan Pencemaran Air
Sebenarnya keduanya dirancang untuk mengisolasi material dan mencegah kekeruhan air. Namun, ada perbedaan dari bahan dan mekanisme penyaringannya. Dari segi ketahanan terhadap arus air juga berbeda. Jika Anda salah memilih opsi ini bisa berakibat fatal untuk proyek. Lingkungan akan tercemar dan memicu sanksi pencemaran lingkungan berat. Oleh karena itu, para kontraktor harus mengenali spesifikasi teknis keduanya.
Pengertian dan Fungsi Dasar Kedua Perangkat
Baik silt curtain maupun turbidity barrier secara prinsip merupakan penghalang fisik. Terbuat dari kain sintetis dan dipasang mengapung di permukaan air. Tujuannya untuk mengisolasi sedimen melayang agar tidak menyebar ke area perairan terbuka. Banyak orang menganggapnya sama. Namun, ada perbedaan dari teknis, desain material, dan kegunaannya.
Oleh sebab itu, memahami perbedaan silt curtain dan turbidity barrier akan membantu pelaksana lapangan dalam menentukan spesifikasi alat. Silt curtain difokuskan untuk mengendapkan partikel sedimen halus (lumpur) di area konstruksi terbatas. Di sisi lain, turbidity barrier digunakan untuk jangkauan ketahanan lebih luas. Tujuannya untuk menahan tingkat kekeruhan air dari jenis material padat tersuspensi.
Perbedaan Material dan Permeabilitas Bahan
Bahan material pembuatnya menjadi pembeda yang jelas antara keduanya. Jenis bahan ini disesuaikan dengan kondisi air di tempat lokasi proyek.
- Permeabilitas Silt Curtain: Menggunakan bahan geotekstil non-woven atau woven dan memiliki pori. Air akan tetap mengalir secara perlahan menembus tirai. Alat ini juga tetap mampu menahan partikel lumpur supaya mengendap di dasar.
- Permeabilitas Turbidity Barrier: Biasanya menggunakan PVC atau heavy-duty vinyl. Tirai ini kedap air, sehingga air dan sedimen dibendung sepenuhnya di area tertutup. Tidak ada yang menembus bahan ini.Â
Dari uraian di atas, makin jelas apa perbedaan silt curtain dan turbidity barrier dari bahan dan cara kerjanya menyaring material.
Kekuatan Struktur dan Ketahanan Arus Air
Daya tahan perangkat ini dipengaruhi oleh kondisi gelombang dan kecepatan arusnya. Jika salah memilih perangkat ini menyebabkan pembendung ini terlepas dari penyangganya. Kondisi lapangan di bawah ini memperjelas perbedaan silt curtain dan turbidity barrier dalam mengatasi tantangan di lingkungan.Â
Silt curtain cocok untuk diterapkan di arus tenang. Bisa dipasang di danau, kolam penampungan limbah, atau sungai dengan aliran air lambat. Perangkat ini mampu bekerja secara efektif saat tekanan perairan tergolong rendah.Â
Sementara, turbidity barrier cocok diaplikasikan di arus deras. Biasanya dipasang di pesisir pantai, muara sungai, atau lepas pantai. Dilengkapi pelampung pada strukturnya membuat perangkat ini lebih kuat. Bahkan, ada rantai pemberat di bawahnya dan jangkar. Kombinasi ini membuatnya kokoh dalam menahan hempasan gelombang.
Dari uraian di atas, kita dapat memahami apa beda silt curtain dan turbidity barrier. Kedua alat ini digunakan harus berdasarkan lingkungan perairan proyek. Jika proyek berada di perairan tertutup dengan arus tenang, silt curtain adalah pilihannya. Namun, jika berada di area pesisir dengan gelombang tinggi, pilihlah turbidity barrier. Dengan begitu, Anda bisa mencegah kerusakan lingkungan perairan.
Untuk informasi lebih lanjut mengenai Silt Protector merk Urban Plastic, silahkan hubungi melalui: Whatsapp/Mobile Phone : +62 822 9933 3938 (Panni) atau: Email: info@urbanplastic.idÂ
