Sebagai bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN), pembangunan jalan tol di Indonesia terus dilakukan pemerintah. Di tahun 2026, ada proyek yang dipersiapkan untuk dilelang, seperti Tol Gilimanuk – Mengwi di Bali dan Tol Gedebage – Tasikmalaya – Cilacap (Getaci). Kedua proyek ini dilelang kepada investor dan badan usaha untuk dikelola kemudian dieksekusi oleh kontraktor atau mitra. Peluang ini membuat kontraktor memiliki opsi mempersiapkan proses pembangunan, dari studi kelayakan, perencanaan target, biaya, dan pengadaan material. Namun, tantangan di lapangan juga terbilang kompleks dan mengandung risiko. Mulai dari kondisi tanah lunak, kontur medan, hingga kebutuhan infrastruktur yang tahan pada beban tinggi (untuk jalan tol yg awet). Lalu, bagaimana caranya kontraktor bisa menjawab tantangan ini, dengan tetap menjaga penggunaan tol yang tahan lama, dan menyesuaikan harga yang direncanakan? Kita akan bahas di artikel ini.
Kondisi dan Tantangan Proyek Jalan Tol Gilimanuk – Mengwi dan Getaci (Gedebage – Tasikmalaya – Cilacap)
Pembangunan Tol Gilimanuk-Mengwi dilakukan untuk mempermudah konektivitas dan menjangkau jalur pariwisata. Tol ini menghubungkan jalur Bali bagian barat ke selatan. Sementara untuk Tol Gedebage – Tasikmalaya – Cilacap rutenya membentang dari Bandung ke Cilacap, melewati kawasan sawah, tanah lunak, kawasan perbukitan dan lembah. Kedua tol ini melintasi berbagai wilayah dengan kontur landscape dan kondisi tanah yang berbeda-beda, hal ini juga yang menyebabkan terjadinya variasi tanah mulai dari tanah liat, tanah berpasir, tanah persawahan, tanah rawa, hingga tanah dengan kondisi lebih lunak dan daya dukung rendah.
Secara otomatis, ada sejumlah tantangan pada kondisi tersebut, seperti bagaimana mengatur:
- Stabilisasi tanah lunak di lapisan tanah dasar di bagian paling bawah pada struktur perkerasan tanah jalan tol.
- Penguatan lereng dan perbukitan untuk mencegah erosi dan longsor.
- Sistem drainase pada wilayah yang memiliki curah hujan tinggi, supaya tidak ada genangan air dan mengganggu mobilitas jalan tol.
Kondisi ini membuat Anda harus memilih material penguat dalam menangani tantangan yang disebutkan sebelumnya. Jika tidak, dampak lanjutan dari risiko ini adalah area lahan jalan tol rawan amblas, ketidakstabilan struktur tanah, sistem drainase yang buruk, dan beban muatan dari kendaraan. Semua ini harus dihitung dan direncanakan dengan baik, supaya tidak terjadi kerugian besar dalam eksekusinya. Ada beberapa hal yang harus diperhatikan, diantaranya pemilihan bahan-bahan dan jenis geosintetik untuk jalan tol yang tepat.
Apa Saja Jenis Geosintetik untuk Perkuatan Tanah Jalan Tol Gilimanuk – Mengwi dan Getaci?
Ada beberapa jenis geosintetik untuk perkuatan tanah jalan tol, diantaranya geotextile, geocell, dan geogrid.
1. Geotextile (Geotextile Woven dan Non Woven)
Geotextile sebagai salah satu jenis geosintetik untuk jalan tol berfungsi sebagai perkuatan (reinforcement), stabilisasi tanah dasar dengan karakteristik lunak, dan untuk menyaring partikel halus pada lapisan tanah agar tidak terbawa air. Jenis geotextile woven digunakan karena memiliki kekuatan tarikan (tensile strength) dan regangan pada beban tinggi karena dianyam, dapat berpengaruh terhadap perkuatan tanah. Geotextile woven juga digunakan untuk memisahkan tanah dasar dengan lapisan batuan dan pasir diatasnya. Langkah ini dilakukan agar tanah tidak amblas ketika terkena air atau ketika struktur tanah lunak dan berawa. Hal yang sama juga menjadi fungsi geotextile non woven pada proyek ini. Penyaringan antara tanah dengan dari air atau air hujan disalurkan ke drainase di bawah permukaan jalan tol tanpa menghamburkan pasir atau kerikil. Secara spesifik fungsi ini dapat dilakukan oleh geotextile non woven.
2. Geocell
Jenis geosintetik untuk jalan tol seperti geocell berfungsi meningkatkan kekuatan tanah dan menahan pergerakannya seperti longsor atau erosi tanah di area lereng perbukitan. Bentuknya yang 3 dimensi berbentuk seperti sarang lebah ini juga dapat mendistribusikan beban secara merata, sehingga konstruksi jalan lebih kuat, stabil, dan tahan lama.
3. Geogrid
Geogrid lebih cocok digunakan untuk penguatan struktur tanah lembek, mengurangi pergeseran tanah, penguatan area timbunan, dan memperpanjang umur jalan. Jenis geosintetik untuk perkuatan tanah jalan tol ini berbentuk seperti jaring dan dirancang menjadi tulangan yang membuat tanah lembek menjadi jauh lebih keras, dan perkuatan lapisan timbunan, sehingga kestabilan yang diperoleh meskipun berada daerah berlumpur.
Bagaimana Memilih Jenis Geosintetik untuk Perkuatan Tanah Jalan Tol Gilimanuk – Mengwi dan Getaci dengan Tepat?
Pemilihan jenis geosintetik di 2 proyek tol ini kembali pada penyesuaian kebutuhan. Contohnya kondisi tanah, fungsi, spesifikasi teknis, dan budget yang dialokasikan. Jika kondisi tanahnya berlumpur, lembek, rawa, jalan berbatu, berada di lereng perbukitan, dan berpotensi dilewati kendaraan dengan beban berton-ton, Anda perlu menggunakan lebih dari satu jenis geosintetik untuk jalan tol dengan tingkat gramasi yang lebih tebal, seperti 300 gsm keatas. Untuk jalan tol melintasi di area rawa, Anda memerlukan geomembrane untuk menahan air dan geotextile atau geogrid untuk memperkuat pondasi tanah.
Untuk jalan tol melintasi lereng dan perbukitan, geocell atau geotextile untuk mencegah longsor dan erosi. Apabila Anda menginginkan usia pemakaian jalan tol tahan lama, menggabungkan beberapa produk geosintetik tersebut adalah pilihan terbaik yang wajib dicoba. Demikian pemaparan jenis geosintetik untuk perkuatan tanah jalan Tol Gilimanuk – Mengwi dan Getaci dan cara memilihnya. Jenis geosintetis ini bisa diterapkan di seluruh wilayah Indonesia, tentu juga harus menyesuaikan parameter yang telah disebutkan sebelumnya. Anda bisa mendapatkan jenis-jenis geosintetis ini di pabrik plastik atau supplier. Urban Plastic menyediakan produk geosintetik, seperti geotextile woven, geotextile non woven, geocell, dan geogrid.
Perusahaan PT. Urban Plastik Indonesia adalah Pabrik Plastik di Indonesia yang menjual produk-produk plastik seperti Tali Rafia, Plastik Cor, Plastik Sampah, Plastik Mulsa, Selang Irigasi, Plastik Singkong, Kantong Mayat, Karung Plastik, Geotextile Non Woven, Geomembrane, Geobag, Welding Rod, biji plastik, terpal plastik, Geogrid dan Geomat. Untuk informasi lebih lanjut mengenai Geotextile, Geomembrane, Geocell merk Urban Plastic, silahkan hubungi melalui: Whatsapp/Mobile Phone : +62 817 391 338 (Imel) atau Email: info@baligeotex.com
